Bahaya mendengkur dan Cara Menghilangkan Ngorok

why-snoring-is-bad
Bahaya mendengkur dan Cara Menghilangkan Ngorok

Bahaya mendengkur?
Mendengkur sering dianggap kebiasaan lucu dan terlalu lazim dalam kalangan masyarakat kita sekarang, namun tahukah Anda mendengkur sebenarnya gambaran awal seseorang itu bukan saja dihadapkan masalah dengan pasangan dan kualitas kehidupan tetapi juga masalah kesehatan yang serius.

Kebiasaan mendengkur terjadi ketika seseorang mengeluarkan suara saat bernapas sewaktu tidur. Ini disebabkan saluran pernafasan parsial penyumbatan di bagian hidung atau tenggorokan, menyebabkan getaran langit-langit lunak dan otot tenggorokan yang menghasilkan suara.  Terminologi medis untuk masalah ini disebut ‘steator’.

Masalah ini biasanya terdeteksi melalui diagnosis dokter dari segi sejarah pasien atau pasangan tidur yang sering memiliki masalah untuk lelap akibat terganggu.

Pasien mendengkur juga dapat mengalami gejala mengantuk pada siang hari, sakit kepala, kelelahan, kelesuan, perasaan cepat marah, sering bangun malam, masalah konsentrasi dan kurang daya ingatan.

Paling membahayakan jika pasien senang tertidur saat mengemudi terutama ketika perjalanan jauh atau sedang menunggu di simpang lampu lalu lintas.

Menurut Ahli Bedah Otorinolaringologi Rumah Sakit Columbia Asia, Bukit Rimau, Dr Mazita Ami, penyebab mendengkur disebabkan saluran pernafasan parsial tersumbat sewaktu tidur terutama sewaktu tidur nyenyak dan ia dapat dipengaruhi konsumsi alkohol atau obat-obatan sebelum tidur.

“Saluran pernapasan tersumbat dapat terjadi pada bagian hidung atau tenggorokan atau keduanya. Jadi kehadiran jaringan tonsil atau adenoid yang besar, polip hidung, tulang hidung yang bengkok dan pasien yang kelebihan berat badan dan memiliki leher pendek dan besar akan meningkatkan risiko masalah mendengkur, “katanya.

Masalah mendengkur dapat dikaitkan dengan masalah tidur serius dikenal ‘sleep apnea‘. Ini terjadi ketika pasien berhenti bernapas lebih dari 10 detik saat tidur (sleep). Apnea pula bisa terjadi berulang kali sewaktu tidur dan menyebabkan penurunan kandungan oksigen dalam darah pasien.

Jelasnya, ‘sleep apnea’ yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah darah tinggi, sakit jantung, stroke, glaukoma dan sebagainya. Karena itulah juga masalah mendengkur biasanya dialami pasien pria dalam lingkungan usia 30 sampai 60 tahun terutama yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Adalah penting bagi pasien mendapatkan saran ahli untuk mengetahui jika mereka memiliki masalah ‘sleep apnea’. Masalah ini memiliki beberapa tingkat serius berdasarkan hasil penelitian tidur yang dilakukan pada pasien di laboratorium tidur di rumah sakit atau di rumah pasien sendiri.

Melalui penelitian ini, para ahli akan dapat mendeteksi frekuensi ‘sleep’ saat tidur karena semakin sering terjadi ‘sleep’, semakin serius tingkat penyakit itu dan dampaknya pada kesehatan pasien.

Pengobatan Mendengkur
Pengobatan untuk masalah mendengkur tergantung pada penyebab yang diidentifikasi. Pembedahan dapat dilakukan untuk mengobati masalah saluran pernapasan sempit seperti jaringan tonsil yang besar, polip hidung dan sebagainya. Jika berhubungan dengan ‘sleep apnea’, pengobatan ‘continuous airway pressure’ adalah antara yang efektif.

Pasien yang obesitas juga dinasihat untuk mengurangi berat badan.

Tegasnya, mendengkur bukan masalah lazim yang patut diterima bila umur meningkat. Ia bisa membawa masalah ‘sleep apnea’ yang serius dan membahayakan kesehatan pasien. Mereka yang mengalami masalah tidur bersama gejala mengantuk siang hari, sakit kepala, kelelahan dan masalah emosi perlu mendapatkan nasihat dokter.

Langkah pencegahan dengkur.
1. Mengurangi berat badan jika mengalami masalah kelebihan berat badan.
2. Hindari konsumsi alkohol atau obat yang memberi efek mengantuk sebelum tidur.
3. Memilih posisi tidur secara miring.
4. Mengadopsi jadwal tidur yang teratur setiap hari.
5. Mendapatkan perawatan untuk hidung tersumbat atau ruang tenggorokan yang sempit
6. Minum Madu Dengkur EMDE
7. Tidur Menggunakan Alat Peredam Dengkur SD-Magnetics

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *